Subkorwil Sumbawa - Pulau Moyo berada di Desa Labuan Aji dan Desa Sebotok Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Moyo terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa berada pada 117º27’43” - 117º35’42” Bujur Timur dan 8º9’36” - 8º23’19” Lintang Selatan.
Luas wilayah sekitar ± 29.180 ha dengan jumlah penduduk 2.345 jiwa dengan total 652 KK. Di desa ini terdapat 6 dusun, namun hanya 4 empat dusun yang sudah terdaftar yaitu, dusun labuhan aji, brang kua, lepa loang, dan arung santet. Sedangkan dusun yang belum terdaftar adalah oi ramu, brang rea, dan oi buntu. Batas wilayah bagian utara Kali Senglo, bagian timur Tnjung pasir.
Warga setempat menggunakan alat transportasi kapal. Jarak tempuh dari desa ini ke Sumbawa adalah ±1,5 Jam. Setiap hari kamis biasanya pihak karyawan dari Amanwana menyediakan kapal gratis bagi warga desa labuhan aji untuk menyebrang menuju labuhan badas.
Warga desa yang sudah memiliki listrik sekitar 50 %. Listrik dari PLN sudah masuk ke desa ini sejak tahun 1996 namun listrik hanya menyala pada pukul 18.00-06.00 WITA.
Struktur masyarakat terdiri dari camat, kepala dusun, kepala desa, kepala RW, dan kepala RT. Mayoritas suku yang ada di desa ini adalah suku Bima. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Bima, bahasa Sumbawa, dan bahasa Indonesia.
Mayoritas warga desa ini memeluk agama islam, Anak-anak kecil di desa ini masih banyak bermain tidak menggunakan sendal dan masih memainkan mainan tradisional seperti ketapel. Barang kebutuhan di desa ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan desa yang lain karena desa ini sering dikunjungi oleh turis.
Terdapat potensi pariwisata Air Terjun Diwu Mbai Berdasarkan asal katanya kata “Diwu” (dalam bahasa Sumbawa) berarti kolam dan Mbai (dalam bahasa Sumbawa) artinya buaya, jadi Diwu Mbai itu artinya kolam Buaya. Asal usul air terjun Diwu Mbai ini adalah zaman dulu di dalam air ini terdapat satu buaya besar, oleh karena itu air terjun ini dinamakan Diwu Mbai. Namun, sekarang buaya itu sudah tidak ada lagi di air terjun tersebut. Selain itu terdapat Mata air Jitu dan Objek wisata Amanwana.
Ekspedisi NKRI selain menggali potensi yang ada di daerah meliputi flora dan fauna serta kekayaan alam yang belum diberdayakan, juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, melalui kegiatan pembangunan karakter dan bela negara, penyuluhan Keluarga Berencana, Keluarga Pra-sejahtera, penyuluhan kelestarian Sumber Daya Alam, pengobatan massal,bakti sosial,karya bakti infrastruktur sekolah dan tempat ibadah, kegiatan sanitasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.(Tim Media Ekspedisi NKRI 2015)

Posting Komentar
Ajukan Pertanyaan Seputar Ekspedisi NKRI Pabar 2016